Laman

Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

16 Juli 2013

Tips Mengatasi Rasa Galau/Gelisah

Galau merupakan penyakit yang lagi ngetrend dijaman sekarang (berdasar pengamatan saya di media sosial). Kalau dijaman dulu mungkin lebih tepatnya Gelisah. Gelisah tentang apapun itu. Tapi dijaman sekarang lebih cenderung gelisah terhadap wanita/pria.Perlu diketahui bahwa Galau/Gelisah sangat menyita waktu anda. Berikut adalah tips mengatasi dan menghindari rasa galau.
  1. Perbanyak kesibukan. Biasanya orang yang mudah galau adalah orang yang notabene kurang kegiatan positif didalam hidupnya.
  2. Bikin sebuah ambisi. Jangan menjadikan cewek/wanita sebagai prioritas hidup anda (buat cowok). kalau cewek sih boleh saja. Tapi bila masih dalam taraf yang wajar.
  3. Gunakan media sosial dengan wajar dan baik.
  4. Perluas pergaulan. Hal ini bertujuan agar anda tidak kesepian dan tentunya tidak khawatir tentang kehabisan calon istri/suami. Tentunya perluas pergaulan di lingkungan yang baik, kalau bukan lingkungan yang baik mending gak usah bergaul saja.
  5. Mengetahui keadaan diri. Maksudnya, anda harus tahu apakah anda sekarang gelisah/galau atau sekedar jenuh saja.
  6. Jangan percaya dengan hati . Kalau anda sedang galau, jangan menuruti kehendak hati, misal ditambah dengan mendengarkan musik yang sedih-sedih dan bikin suasana makin melarut, atau dengan mencari pelampiasan dengan berteriak-teriak misalnya, atau kebut-kebutan dijalan, memang lucu sih, tapi hal-hal yang seperti ini biasanya dilakukan oleh penderita galau/gelisah .. haha. Dalam kondisi seperti ini gunakan akal anda.
Gimana? masih Galau? ..

 Sumber: pengamatan lingkungan sekitar dan pengalaman pribadi.

30 Maret 2013

Childish atau Dewasa ?

Ada yang bilang orang Dewasa itu mengerikan. Tapi menurut aku sih, iya memang benar mengerikan. Mengapa demikian ? karena mereka bergerak berdasarkan "penyelesaian masalah". Bukan pada "rasa" pujian, hinaan, ikut-ikutan agar didukung atau agar mendapatkan perhatian. Jadi jangan harap kamu bisa merubah keputusannya hanya karena kamu memujinya, atau merayunya. Karena yang dia pertimbangkan adalah untung dan rugi bukan karena dia senang karena mendapatkan pujian dari kamu. Itulah bedanya dengan childish.

Childish cenderung lebih mengutamakan "rasa" dari pada penyelesaian masalah. Misal senang dipuji, diperlakukan sesuai dengan mood mereka. Bagi orang yang childish solusi yang belum selesai tapi dikemas dengan keramahan jauh lebih disukai dari pada solusi yang efektif tapi dengan ekspresi agak galak. Salah satu ciri khas dari chilish yang mencolok adalah sikap yang moody.

Biasanya perilaku Childish di dominasi oleh kaum hawa meskipun tidak semuanya. Tapi memang seharusnya wanita lebih childish dari pada pria. Itu normal. Yang agak lucu adalah ketika seorang cowok mempunyai sifat childish. Bayangkan saja, sudah berkumis, berjenggot, suaranya berat, badan kekar tapi kok moody, apalagi kalo ditambah suka ngambek. hihihi...

27 Maret 2013

Bagaimana Cara Bersyukur

Rasa syukur (kadang) mulai (agak) hilang ketika kita melihat ada yang lebih baik dari apa yang kita dapatkan. Padahal yang dilihat lebih baik dari kita pun belum tentu memang lebih baik pada kenyataannya. Kita bisa bersyukur biasanya dengan cara melihat yang lebih jelek atau buruk "nasib"nya dari diri kita. Tapi jika itu belum cukup, alangkah lebih baik bagaimana kalau kita berpura-pura membuat diri kita bernasib buruk. misal:

dalam hal persahabatan.
- coba buat kondisi dimana kita kehilangan sahabat selama 1 bulan saja, jangan kontak mereka selama 1 bulan, pergi kemana-mana sendirian. coba rasakan, betapa beruntungnya kita punya mereka.

dalam hal harta.
- coba buat kondisi dimana kita hanya punya uang pas-pasan, selama 1 bulan saja. Makan hanya dengan lauk tempe dan kecap, tidur dikarpet tanpa kasur. Dan betapa kita telah menjadi orang yang berkehidupan "mewah" selama ini.

dan masih banyak lagi contohnya. Tapi ya jangan lama-lama berpura-pura bernasib buruknya, ntar stress karena belum terbiasa, atau mungkin jadi punya sifat yang qona'ah/berkecukupan gara-gara berpura-pura tadi (beruntung banget udah dapet rasa syukur dapet sifat qona'ah pula).
Marilah bersama-sama kita membersihkan hati.

17 Maret 2013

Mengapa punya jati diri itu perlu (Naratif)

Gambaran yang simpel untuk orang yang tidak punya jati diri adalah sebagai berikut:

Misal ada 2 perlombaan, yang satu lomba panjat pinang, yang lain lomba balap karung. Hadiahnya sama uang senilai 100 ribu.

Andi (nama samaran) membutuhkan uang 100 ribu, kemudian dia memutuskan untuk mengikuti lomba agar mendapatkan uang senilai 100 ribu. Dia bingung mau pilih lomba yang mana. Dia memutuskan untuk berlatih panjat pinang dulu, apakah potensinya ada disitu, sampai-sampai dia membeli bambu dan bikin tempat untuk memanjat agar bisa buat latihan panjat pinang. Hari perlombaan pun semakin dekat, tapi dia masih belum memutuskan untuk mengikuti pertandingan yang mana. Dia masih bingung. Karena dia merasa panjat pinang bukan hobinya, dia mencoba berlatih dulu lomba balap karung. siapa tahu dia pandai di situ, karena kata teman-temannya waktu kecil dia berbakat di lomba balap karung. Tapi dia juga masih Belum sreg juga, dia bingung karena dia sebenarnya suka panjat pinang tapi temen-temennya mengatakan kalau dia itu berbakat di balap karung. sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti keduanya.

Di daerah yang lain ada anak yang bernama Anton (nama samaran), dia sebelumnya memang hobi memanjat. Kebetulah pas mau berangkat sekolah dia melihat ada pengumuman lomba tersebut, dan akhirnya si anak memutuskan untuk mengikuti lomba panjat pinang meskipun waktu pendaftaran dengan waktu lomba sudah berdekatan.

Sampai di hari perlombaan, si andi karena berlatih keras akhirnya sampai bisa menuju ke final Lomba panjat pinang, tetapi untuk yang lomba balap karung dia malah gagal di pertandingan pertama. Sedangkan si Anton, meskipun dia tidak berlatih, karena memang hobinya itu memanjat, dia akhirnya bisa mencapai final dan bisa bertanding dengan si Andi yang rajin itu. Pertandingan pun dimulai.

Seminggu setelah pertandingan pun berlalu, sore harinya pengumuman pun keluar, dan pemenangnya adalah si Anton. Si Andi sedih sekali, karena ia telah rugi banyak, rugi waktu, uang buat beli bambu dan karung, sampai kurang tidur hanya untuk mempelajari cara memenangkan panjat pinang dan hanya dapat capek saja. Andi marah-marah, menyalahkan temannya, mengapa mereka menyarankan untuk mengikuti lomba balap karung, padahal dia suka sekali panjat pinang.

Trus apa hubungannya dengan judul diatas ?
Lets guess with each of our Mainset.

14 Maret 2013

Potensi yang tidak sengaja turun.

Terkadang ada kalanya kita orang yang dibilang "bisa" dibidang tertentu atau lebih unggul, dianggap sebagai orang yang sedang-sedang saja. Dan yang menggelikan adalah ketika hal tersebut timbul karena berasal dari dalam diri kita. Itu disebabkan karena kita secara tidak langsung menurunkan potensi yang ada pada diri yang seharusnya ditunjukkan. Entah apapun alasannya, saat potensi yang ada diturunkan, kita akan mendapatkan hal-hal seperti orang yang "sedang-sedang saja". Beberapa sebab kita biasanya menurunkan potensi dalam diri secara tidak langsung:

Bersikap meremehkan.
Padahal kalo misalnya kita tidak meremehkan, kita bisa mendapatkan hal lebih. misal contohnya, waktu ujian di kelas, jika kita tidak meremehkan keuntungannya kita bisa mendapatkan nilai bagus.Nilai yang bagus yang konstan mempunyai kesempatan untuk ikut beasiswa.

Bersikap low profile yang salah.
Terkadang ada salah kaprah mengenai low profile. Beberapa teman saya secara tidak langsung berpendapat bahwa low profile adalah suatu aktifitas yang tidak menunjukkan kemampuan. Untuk keadaan tertentu terkadang kita malah dianjurkan untuk bersikap menunjukkan kemampuan kita, semisal ketika ada orang yang bersikap sombong dilingkungan sekitar. Selain berfungsi menyadarkan orang yang sombong tadi, sikap ini berfungsi juga untuk menunjukkan siapa diri kita ini.

Selain dari diri kita yang secara tidak langsung menurunkan potensi diri, ada beberapa faktor yang ditimbulkan oleh orang lain. diantaranya adalah :

Salah pandang image.
Hal ini terjadi ketika info yang diterima tentang orang lain/kita salah. Seperti misalnya ketika cerita yang diterima masyarakat tentang sesorang bahwa orang tersebut tidak baik, orang yang tidak begitu mengenalnya pasti langsung akan memberikan sikap kepada dia sikap yang sama dengan sikap kepada orang yang tidak baik, padahal seharusnya orang tersebut diberi sikap sebagai orang yang berpotensi (orang yang baik).
Selain hal diatas, apakah ada penyebab lainnya ?

09 Desember 2012

Salah adalah

Yang pertama adalah apa sih salah itu.

Menurutku salah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak di sengaja, jadi orang yang melakukan sesuatu karena tidak sengaja atau karena tidak tahu. Kalau dia tahu itu perbuatan yang salah tapi tetep dilakukan, itu sih namanya “nakal”  atau “nambeng” dalam istilah jawanya. Oleh karena itu bagi yang pernah salah menyesalnya jangan terlalu lama, secukupnya saja, kalo terlalu lama entar tidak sempat memperbaiki diri lho, percuma kalau menyesal banget tapi ga berubah.

Anggap salah sebagai cemeti atau cambuk yang memacu diri kita untuk berubah. Sehingga diharapkan besok kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Coba untuk menggunakan prinsip “tidak mengulangi kesalahan yang sama”, jika prinsipnya sudah “tidak mengulangi kesalahan yang sama” pastinya, besok-besoknya akan mengalami peningkatan, tapi meskipun begitu bukan berarti boleh melakukan kesalahan yang berbeda lho ya, hehe..

05 September 2011

Arrogant

Sombong adalah sifat yang dibenci oleh Allah swt, karena sombong adalah baju kebesaranNya. Kita sebagai makhluk tentu tidak boleh memakainya.

Sombong adalah perasaan merasa hebat. Meskipun terkadang seseorang memang kenyataannya sangat hebat misalnya, tentu di daerah lain pasti masih ada yang lebih hebat lagi, atau kalau dia adalah orang yang sangat hebat pasti di sisi lain dari dirinya pasti ada kelemahan, karena tidak ada orang yang sempurna, pasti mempunyai kelemahan, oleh karena itu apakah pantas seseorang memiliki sifat sombong ?. Akar dari kesombongan ini adalah ego yg berlebihan dan tidak pada tempatnya. Pada tataran yang wajar,ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri dan kepercayaan diri namun kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan.

Kerugian dari sifat sombong, adalah kita akan menjadi lemah, mengapa bisa demikian ? karena kita sudah merasa terlanjur hebat, sehingga kita malas untuk berusaha, terus kalau sudah begini, tunggu saja masa kejatuhan karena terlalu merasa hebat.

Oleh karena itu diantara tanda kebinasaan seorang adalah, ketika tatkala ilmunya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya, tiap kali amalnya bertambah, bertambahlah ‘ujub (bangga diri) dalam dirinya, semakin meremehkan orang lain, dan justru memandang baik dirinya.

Tentu saya sendiri sangat sulit untuk terbebas dari rasa ujub dan sombong, tapi sebagai umat islam, wajib untuk memperbaiki diri, okesip.

dikutip dari berbagai sumber dan fikiran pribadi.

01 November 2008

Kenikmatan hidup itu tergantung dari orangnya

Dilihat dari judulnya , saya akan mulai mengutarakan apa yang ada di benak saya, uneg uneg mengenai  sebuah istilah tentang " semua tergantung dari pikiran kita ". Karena hidup itu tidak hanya didominasi oeh phisik , tapi juga oleh jiwa. yang saya maksud jiwa disini bukan soul, ruh atau apa, yang saya maksud adalah rasa tentang sesuatu yang bisa dikendalikan oleh otak kita, seperti rasa benci, suka, gembira suka akan sesuatu.

Mengapa saya mengatakan atau berpendapat demikian ,karena semua rasa yang saya sebutkan diatas bisa dikontrol oleh otak kita, kita bisa mengontrol rasa benci sedih, luka, sakit dengan otak kita. Gak ada analisa yang berat sih, cuman sekedar ambil contoh aja kalo kita sedang sangat suka akan sesuatu, kita pasti akan berkonsentrasi secara penuh sampai kita tidak merasakan apa-apa yang terjadi pada kita. Misal kalau kita sedang main game, atau ngerjakan sesuatu yang sangat kita sukai, sampai lupa tidak makan. Kita pada saat itu tidak merasakan lapar sama sekali tentunya. Atau hal yang serupa terjadi ketika kita dikejar-kejar anjing misalnya, meskipun pas waktu dikejar-kejar kita terjatuh dan ada luka dikaki misalnya, toh kita tidak akan merasakannya bukan, sampai si anjing uda berhenti ngejar barulah kita merintih kesakitan.

Andaikan saja kita bisa bertingkah seperti contoh diatas ketika mengerjakan sesuatu, misal mengerjakan tugas atau pekerjaan, tentunya akan didapat hasil yang optimal bukan?.