Rasa syukur (kadang) mulai (agak) hilang ketika kita melihat ada yang lebih baik dari apa yang kita dapatkan. Padahal yang dilihat lebih baik dari kita pun belum tentu memang lebih baik pada kenyataannya. Kita bisa bersyukur biasanya dengan cara melihat yang lebih jelek atau buruk "nasib"nya dari diri kita. Tapi jika itu belum cukup, alangkah lebih baik bagaimana kalau kita berpura-pura membuat diri kita bernasib buruk. misal:
dalam hal persahabatan.
- coba buat kondisi dimana kita kehilangan sahabat selama 1 bulan saja, jangan kontak mereka selama 1 bulan, pergi kemana-mana sendirian. coba rasakan, betapa beruntungnya kita punya mereka.
dalam hal harta.
- coba buat kondisi dimana kita hanya punya uang pas-pasan, selama 1 bulan saja. Makan hanya dengan lauk tempe dan kecap, tidur dikarpet tanpa kasur. Dan betapa kita telah menjadi orang yang berkehidupan "mewah" selama ini.
dan masih banyak lagi contohnya. Tapi ya jangan lama-lama berpura-pura bernasib buruknya, ntar stress karena belum terbiasa, atau mungkin jadi punya sifat yang qona'ah/berkecukupan gara-gara berpura-pura tadi (beruntung banget udah dapet rasa syukur dapet sifat qona'ah pula).
Marilah bersama-sama kita membersihkan hati.
Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan
27 Maret 2013
10 Desember 2012
Cara Menjaga Hati Agar Bisa Ikhlas
Ini merupakan tema yang paling vital sebagaimana yang kita ketahui kalau kita beramal jika tidak ikhlas maka amal kita tidak akan sampai pada Allah S.W.T. Sebagaimana sesuai hadis rosul saw yang sering kita dengar, innamal a'malu binniyah (ila akhirihi ..)
Ikhlas itu yang tahu hanya kita dan allah, jadi jika kita pengen ikhlas berarti kita harus jujur terhadap diri kita sendiri apakah tujuan kita beramal. Apakah tujuannya itu untuk dipuji, atau ada rasa pengen untuk dipuji, atau untuk bisnis misalnya agar dipercaya orang. Kita harus mengakui di hati, jika niat kita beramal bukan karena allah. Memang kelihatannya kejam banget ya, tapi ini merupakan awal kita untuk menjadi ikhlas, awal dari mengakui sebuah kesalahan untuk menjadi baik.
Jika tujuan daripada amal adalah riya', solusinya adalah dengan membiasakan untuk "tidak suka dipuji" atau " menganggap suatu pujian adalah hal yang biasa saja", sebagaimana kita ketahui bahwa pujian itu merupakan hal yang biasa, semua orang pasti sering dipuji, toh apa hebatnya dan nikmatnya sebuah pujian, betul kan?
Jika niat beramal/beribadah untuk masalah bisnis dan sejenisnya maka hati kita harus harus rela dan menyadari bahwa kita telah kehilangan amalan, dan harus mengakui bahwa nilai amal yang diperbuat adalah NOL , tidak berpahala sedikitpun, nah dengan anda mengakui bahwa amal tersebut adalah tidak berpahala diharapkan nantinya akan bosan dan mau untuk beribadah/beramal secara murni karena Allah.
Semoga kita mendapatkan keikhlasan ...amin
Sumber: Pengalaman Pribadi
Ikhlas itu yang tahu hanya kita dan allah, jadi jika kita pengen ikhlas berarti kita harus jujur terhadap diri kita sendiri apakah tujuan kita beramal. Apakah tujuannya itu untuk dipuji, atau ada rasa pengen untuk dipuji, atau untuk bisnis misalnya agar dipercaya orang. Kita harus mengakui di hati, jika niat kita beramal bukan karena allah. Memang kelihatannya kejam banget ya, tapi ini merupakan awal kita untuk menjadi ikhlas, awal dari mengakui sebuah kesalahan untuk menjadi baik.
Jika tujuan daripada amal adalah riya', solusinya adalah dengan membiasakan untuk "tidak suka dipuji" atau " menganggap suatu pujian adalah hal yang biasa saja", sebagaimana kita ketahui bahwa pujian itu merupakan hal yang biasa, semua orang pasti sering dipuji, toh apa hebatnya dan nikmatnya sebuah pujian, betul kan?
Jika niat beramal/beribadah untuk masalah bisnis dan sejenisnya maka hati kita harus harus rela dan menyadari bahwa kita telah kehilangan amalan, dan harus mengakui bahwa nilai amal yang diperbuat adalah NOL , tidak berpahala sedikitpun, nah dengan anda mengakui bahwa amal tersebut adalah tidak berpahala diharapkan nantinya akan bosan dan mau untuk beribadah/beramal secara murni karena Allah.
Semoga kita mendapatkan keikhlasan ...amin
Sumber: Pengalaman Pribadi
09 Desember 2012
Salah adalah
Yang pertama adalah apa sih salah itu.
Menurutku salah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak di sengaja, jadi orang yang melakukan sesuatu karena tidak sengaja atau karena tidak tahu. Kalau dia tahu itu perbuatan yang salah tapi tetep dilakukan, itu sih namanya “nakal” atau “nambeng” dalam istilah jawanya. Oleh karena itu bagi yang pernah salah menyesalnya jangan terlalu lama, secukupnya saja, kalo terlalu lama entar tidak sempat memperbaiki diri lho, percuma kalau menyesal banget tapi ga berubah.
Anggap salah sebagai cemeti atau cambuk yang memacu diri kita untuk berubah. Sehingga diharapkan besok kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Coba untuk menggunakan prinsip “tidak mengulangi kesalahan yang sama”, jika prinsipnya sudah “tidak mengulangi kesalahan yang sama” pastinya, besok-besoknya akan mengalami peningkatan, tapi meskipun begitu bukan berarti boleh melakukan kesalahan yang berbeda lho ya, hehe..
Menurutku salah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak di sengaja, jadi orang yang melakukan sesuatu karena tidak sengaja atau karena tidak tahu. Kalau dia tahu itu perbuatan yang salah tapi tetep dilakukan, itu sih namanya “nakal” atau “nambeng” dalam istilah jawanya. Oleh karena itu bagi yang pernah salah menyesalnya jangan terlalu lama, secukupnya saja, kalo terlalu lama entar tidak sempat memperbaiki diri lho, percuma kalau menyesal banget tapi ga berubah.
Anggap salah sebagai cemeti atau cambuk yang memacu diri kita untuk berubah. Sehingga diharapkan besok kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Coba untuk menggunakan prinsip “tidak mengulangi kesalahan yang sama”, jika prinsipnya sudah “tidak mengulangi kesalahan yang sama” pastinya, besok-besoknya akan mengalami peningkatan, tapi meskipun begitu bukan berarti boleh melakukan kesalahan yang berbeda lho ya, hehe..
26 Januari 2012
Rukun sholat ada berapa
Sholat adalah ritual terpenting dalam islam, jadi usahakan tidak boleh lupa sama syarat terpenting, seperti rukunnya. Kalo rukunnya tidak tahu, pastinya sholat kita menjadi tidak sah bukan?.
Jadi langsung aja, rukun sholat ada 13, yaitu :
1. niat
2. takbiratul ikhrom
3. berdiri
4. baca surat alfatihah
5. rukuk (dengan tuma'ninah)
6. i'tidal
7. sujud 2 kali.
8. duduk antara kedua sujud ( dengan tuma'ninah)
9. duduk terakhir
10. baca tasyahud akhir.
11. baca sholawat nabi.
12. urut mengerjakan rukun-rukun diatas.
13. salam yang pertama.
Tambahan:
-tanya:
Kalo misalnya saya tidak baca surat pendek bagaimana, atau g baca yang "samiallohuliman hamidah" bagaimana ?
-jawab:
Ya tidak apa-apa, sholat nya tetap sah secara syar'i tapi tidak dianjurkan.
semoga membantu.
Jadi langsung aja, rukun sholat ada 13, yaitu :
1. niat
2. takbiratul ikhrom
3. berdiri
4. baca surat alfatihah
5. rukuk (dengan tuma'ninah)
6. i'tidal
7. sujud 2 kali.
8. duduk antara kedua sujud ( dengan tuma'ninah)
9. duduk terakhir
10. baca tasyahud akhir.
11. baca sholawat nabi.
12. urut mengerjakan rukun-rukun diatas.
13. salam yang pertama.
Tambahan:
-tanya:
Kalo misalnya saya tidak baca surat pendek bagaimana, atau g baca yang "samiallohuliman hamidah" bagaimana ?
-jawab:
Ya tidak apa-apa, sholat nya tetap sah secara syar'i tapi tidak dianjurkan.
semoga membantu.
Langganan:
Postingan (Atom)